Kisah 11 ABK Berjuang Antara Hidup Dan Mati, Siapa Yang Menolong ?
Di kantor Satpolair Polres Rembang, nelayan makan dengan lahap, Selasa siang. (Gambar atas) Aparat keamanan mendata 11 ABK yang diselamatkan, setelah kapal mereka tenggelam.
Di kantor Satpolair Polres Rembang, nelayan makan dengan lahap, Selasa siang. (Gambar atas) Aparat keamanan mendata 11 ABK yang diselamatkan, setelah kapal mereka tenggelam.

Sluke – Kapal motor (KM) Ronggo, dari Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Selasa (28 Agustus 2018) sekira pukul 02.00 dini hari tenggelam di sebelah utara Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Sluke. Lokasinya diperkirakan berjarak 35 Mil dari bibir pantai. Akibatnya, 11 orang anak buah kapal (ABK) terombang ambing di tengah laut.

Supandi (47 tahun), nahkoda sekaligus pemilik kapal menjelaskan kapal bagian belakang mengalami kebocoran. Air laut yang masuk sangat banyak, sehingga kapal sulit diselamatkan. Ia kemudian membangunkan rekan – rekannya yang tertidur. Upaya pengurasan juga tak membuahkan hasil. Mereka kemudian mencebur ke laut, dengan membawa pelampung seadanya. Setelah terombang – ambing selama 4 jam, sekira pukul 06.00 Wib, nelayan mendapatkan pertolongan dari nelayan lain. Ia bersyukur bisa selamat, meski harus kehilangan kapal.

“Kapal berbobot 16 GT, kira – kira jam setengah dua ketahuan bocor. Selang setengah jam setelah itu baru tenggelam. Kita melautnya harian pak, jadi setiap hari pulang. Nggak menyangka akan seperti ini, “ ujar Supandi.

Karsono, nelayan pencari rajungan, warga Desa Karang, Kecamatan Juana, Kabupaten Pati yang memberikan pertolongan menceritakan kali pertama mengangkat 3 orang nelayan, setelah itu menyusul 8 nelayan lain. Begitu dipastikan semua selamat, dirinya memutuskan untuk bersandar ke Sungai karanggeneng, Rembang.

“Jadi antara 3 nelayan dan 8 nelayan lain posisinya agak berjauhan. Waktu saya temukan, mereka masih sehat, tapi lemas memang. Ya sudah saya langsung balik haluan, untuk mengantar mereka. Kebetulan perahunya juga cukup menampung, “ bebernya.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono mengungkapkan setibanya di Sungai Karanggeneng, 11 nelayan yang selamat dibawa menuju kantor Satpol Air Polres Rembang. Setelah makan siang, mereka dipulangkan ke daerah masing – masing.

“Ada warga sejumlah desa di Kecamatan Sarang, kemudian Binangun Kecamatan Lasem dan Bulu, Bancar Tuban. Ada beberapa yang agak lemah, tapi berangsur – angsur membaik kok, “ jelasnya.

Lettu Hartono menimpali kejadian kapal bocor susah terdeteksi. Namun tak ada salahnya nelayan selalu rutin mengecek kelaikan kapal, sebelum berangkat melaut. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *