Demi Lombok, Rela Tinggalkan Keluarga Di Pamotan
Syaiful Halim (kaos orange), relawan dari Ubaloka Rembang memotong terpal, untuk keperluan tenda pengungsi gempa bumi di Lombok.
Syaiful Halim (kaos orange), relawan dari Ubaloka Rembang memotong terpal, untuk keperluan tenda pengungsi gempa bumi di Lombok.

Lombok – Seorang anggota Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Pramuka Kwarcab Rembang, Syaiful Halim, warga Candisari Pamotan, menjadi salah satu relawan yang ikut terjun ke daerah bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Syaiful Halim kepada Reporter R2B menyatakan dirinya tiba sejak hari Sabtu lalu, melalui perjalanan laut dari Surabaya, kemudian bergabung dengan Posko Pramuka Peduli Nasional di daerah Tanjung, Lombok Utara. Kawasan ini termasuk paling parah terdampak bencana. Aktivitas masyarakat yang sempat lumpuh, belakangan ini mulai bergerak. Dari yang sekedar membersihkan puing – puing bangunan, membuat sarana MCK hingga bergotong royong mendirikan tempat ibadah.

“Saya mewakili rekan – rekan Ubaloka dan Banser Rembang. Keadaan di sini cukup parah. Yang di tenda pengungsian juga masih banyak, mengingat sering ada gempa susulan. Meski demikian warga mulai bangkit kok, “ jelasnya.

Pria berusia 25 tahun ini menambahkan dirinya mendapatkan ploting tugas mengambil bantuan dari pelabuhan, bandara maupun posko utama, selanjutnya dikirimkan menuju daerah bencana. Saat ini lokasi yang sering didatangi adalah Lombok Timur, karena masih banyak pengungsi belum memperoleh bantuan. Ia sendiri merasa bangga, bisa mewakili Ubaloka Rembang, ikut memberikan bantuan tenaga di tengah – tengah bencana gempa Lombok.

“Karena Lombok Utara sudah banyak relawan, jadi kami lebih gerak ke Lombok Timur. Kemarin kita pasang solar cell di posko tenda pengungsian, sebagai pengganti listrik PLN yang masih padam. Nggak masalah tinggalkan keluarga di Pamotan, mereka memahami dan semoga berkah, “ imbuh Syaiful.

Syaiful belum tahu pasti kapan pulang dari Lombok. Menurutnya, tinggal menunggu kondisi perkembangan pemulihan pasca bencana. Jika dirasa sudah mulai membaik, relawan dari berbagai daerah lambat laun akan berkurang, lantaran kembali ke daerah asal masing – masing. (MJ – 81).

News Reporter

2 thoughts on “Demi Lombok, Rela Tinggalkan Keluarga Di Pamotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *