Postingan Facebook, Berujung Penyelesaian Di Balai Desa
Postingan facebook tentang jalan paving rusak. (gambar atas) Suasana pertemuan di Balai Desa Sale.
Postingan facebook tentang jalan paving rusak. (gambar atas) Suasana pertemuan di Balai Desa Sale.

Sale – Diduga karena postingan warga di facebook yang bernada memprotes kualitas pemasangan paving jalan, pihak Desa Sale, Kecamatan Sale harus menyelesaikan melalui forum pertemuan di balai desa setempat, hari Sabtu (25/08).

Semula ada seorang warga Dusun Krinjo Desa Sale, Yanto memposting foto – foto pembangunan jalan paving yang sudah rusak melalui akun facebooknya. Postingan tersebut langsung menuai beragam komentar. Oleh warga lain, Zamroni Alif Billah kemudian dishare, hingga semakin menyebar di media sosial.

Dalam pertemuan, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sale, Masmudi meminta kepada perangkat desa untuk lebih tanggap menyikapi dinamika masyarakat, apalagi jika menyangkut masalah pemerintahan. Begitu pula masyarakat, kalau ada sesuatu yang tidak berkenan, sebaiknya jangan langsung komplain melalui media sosial. Lebih baik datang berkeluh kesah ke balai desa.

“Balai desa kan dekat, monggo datang ke balai desa, apa yang menjadi permasalahan. Lebih baik seperti itu, karena kita ingin pemerintahan Desa Sale bisa selangkah lebih maju. Jangan sampai ada hal – hal yang tidak diinginkan, “ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sale, Sujarwo menyayangkan ada kalimat paving cap glepung (tepung) yang disebar melalui facebook. Ia berharap bahasa tersebut diklarifikasi apa maksudnya.

“Paving kan memiliki kekuatan berbeda – beda. Kalau kemudian disebutkan paving cap glepung, pemikiran kami paving mudah berubah jadi glepung. Artinya tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Ini bahasa jenengan perlu dijelaskan, biar kami paham, “ kata Sujarwo.

Yanto maupun Zamroni turut dihadirkan dalam forum tersebut. Yanto menyatakan semula sudah menyampaikan keluhan kerusakan paving kepada perangkat desa. Lantaran tidak ada tanggapan memuaskan, baru kemudian memposting ke facebook.

Sedangkan Zamroni menegaskan penyebaran postingan itu, tidak bermaksud menjelek – jelekkan pemerintahan desa. Melainkan salah satu bentuk kontrol sosial terhadap jalannya proyek di desa.

“Pertemuan berakhir begitu saja. Pihak desa sich janjinya akan memperbaiki kerusakan jalan paving, “ tandasnya. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *