Desa Waru Siapkan 1,2 Hektar Untuk Agrowisata, Muncul Usulan Lain
Potensi agrowisata sangat terbuka dikembangkan di wilayah Kabupaten Rembang.
Potensi agrowisata sangat terbuka dikembangkan di wilayah Kabupaten Rembang.

Rembang – Pihak Desa Waru, Rembang menyiapkan sebuah lahan, untuk membangun agrowisata. Lokasinya di belakang Balai Desa Waru, statusnya merupakan tanah milik desa. Belakangan dimanfaatkan oleh warga, untuk bercocok tanam sayur dan ketela.

Kepala Desa Waru, Kecamatan Rembang Kota, Daryono mengatakan pihaknya menggandeng konsultan, seorang petugas penyuluh lapangan (PPL) kehutanan yang sudah berpengalaman merancang destinasi wisata. Langkah berikutnya, merekrut 10 – 15 orang pemuda setempat, untuk mengawali penataan. Nantinya sudah ada gambaran, agrowisata akan memprioritaskan sejumlah tanaman, seperti buah naga, jambu, kelengkeng, pepaya dan mangga. Kombinasi tanaman digabung dengan pusat kuliner, mainan anak, dan kolam ikan.

Diharapkan munculnya agrowisata, bisa menjadi pilihan lain bagi masyarakat, pada hari Minggu. Bisa saja pelancong juga mulai jenuh dengan wisata pantai, akhirnya kelak mau singgah ke agrowisata.

“Pemuda yang kami rekrut akan kerja bhakti untuk menginisiasi penataan tempat ini. PR nya adalah buat jembatan, kemudian bikin tower air, karena tanaman yang paling penting adalah air. Agustus atau September nanti, kami akan rapat menyusun rencana kerja pemerintah desa. Kebutuhan itu semoga bisa ditetapkan, “ jelasnya.

Daryono menambahkan lahan yang disiapkan luasnya mencapai 1,2 hektar. Namun kalau masih kurang, bisa diperluas lagi, karena di sebelah selatan lahan, masih terdapat lahan bengkok kepala desa 2 hektar. Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah desa ingin mengalokasikan dana Rp 150 Juta pada tahun 2019 mendatang. Selain itu, dirinya juga berkomunikasi dengan sejumlah anggota DPRD, berharap mereka bisa membantu melalui anggaran, sehingga agrowisata cepat terealisasi.

“Kami punya tanah bondho desa 6 hektar, jadi apabila bengkok Kades ikut menjadi agrowisata, ya nanti bisa ditukar guling. Kalau anggaran memungkinkan, angan – angan kami, dana desa digelontorkan Rp 150 Juta. Saya kok optimis prospeknya bagus. Nantinya yang mengelola tetap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), “ ungkap Daryono.

Sejak muncul ide membuat agrowisata, Pemerintah Desa Waru juga menerima banyak masukan. Salah satunya agar mengemas agrowisata menjadi taman bunga saja. Pihak desa menganggap sebagai usulan bagus, nantinya akan ditindaklanjuti dengan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dulu mengembangkan taman bunga. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *