Ombak Mengganas Seminggu Kedepan, Antara Resiko Dan Keuntungan
Seorang juru mudi kapal nelayan asal Rembang, mengirimkan foto kapalnya dihantam ombak besar, saat akan kembali ke Pelabuhan Tasikagung, Minggu sore (12/08).
Seorang juru mudi kapal nelayan asal Rembang, mengirimkan foto kapalnya dihantam ombak besar, saat akan kembali ke Pelabuhan Tasikagung, Minggu sore (12/08).

Rembang – Nelayan yang akan berangkat melaut diminta mewaspadai potensi ombak besar yang melanda Laut Jawa dalam seminggu kedepan.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono menjelaskan ombak setinggi 1,5 sampai dengan 2 Meter diprediksi terjadi antara pukul 10.00 wib hingga sore hari.

Untuk perahu – perahu kecil, tentu sangat berbahaya. Namun bagi kapal – kapal besar, belum begitu berpengaruh. Meski demikian, ramalan ombak seperti itu akan mudah berubah dan semakin mengganas, apabila disertai angin kencang.

“Jadi kalau kapal cantrang itu kan siang nelayan cari ikan, malamnya istirahat. Artinya pas mereka mencari ikan, ya ombak bersamaan besar – besarnya. Kebetulan sudah berlangsung dua hari ini. Kami pantau lewat radio komunikasi, ” jelasnya.

Lettu Hartono mengingatkan supaya keselamatan nelayan benar – benar diperhatikan. Salah satunya kedisiplinan menggunakan pelampung, pada waktu menebar jaring. Kemungkinan terburuk, begitu ada nelayan terjatuh ke laut, tidak langsung tenggelam tersapu ombak. Mengingat selama ini nelayan cenderung mengabaikan fungsi pelampung.

“Nah pelampung ini memang kecil bentuknya, namun sangat bermanfaat untuk safety. Ketika cuaca buruk, mestinya pelampung bisa terus dipakai. Langkah ini merupakan cara antisipasi. Kan sering itu, nelayan tercebur ke laut, baru dilempar pelampung dan akhirnya nggak selamat, ” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pelabuhan Tasikagung, Rembang, Senin siang (13 Agustus 2018), mayoritas kapal nelayan sudah berada di tengah laut. Hanya sebagian kecil ditambatkan di pinggir dermaga.

Suprapto, salah satu nelayan mengakui kebetulan ketika ombak besar, hasil tangkapan ikan tergolong melimpah. Tidak mengherankan dikala ombak besar, justru nelayan berlomba – lomba berangkat melaut.

“Yang pertama karena faktor kebutuhan. Soal ombak besar, anggap saja itu seperti teman sehari – hari. Namanya juga kerja mas, semua ada resikonya. Berdo’a saja, semoga selamat sampai pulang bersandar, ” terangnya. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *