Nelayan Tewas, Pihak Pos AL Soroti Kondisi Kesehatan
Korban nelayan yang tewas dievakuasi dari atas kapal, Selasa pagi.
Korban nelayan yang tewas dievakuasi dari atas kapal, Selasa pagi.

Rembang – Seorang nelayan anak buah kapal (ABK) Artha Mina Barokah Desa Tasikagung, Rembang tewas, saat mencari ikan di tengah Laut Jawa.

Korban yakni Darman (50 tahun), warga Desa Ngening, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Darman diduga sakit, sehingga kondisinya semakin menurun. Korban meninggal dunia, hari Senin (30/07) sekira pukul 11.00 WIB. Begitu ada ABK menghembuskan nafas terakhir, sang nahkoda kapal, Suwarmin, warga Desa Ngening, Kecamatan Batangan langsung memutuskan untuk balik bersandar ke Pelabuhan Tasikagung, Rembang.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono menjelaskan jenazah korban tiba di Pelabuhan Tasikagung, Selasa (31 Juli 2018), sekira pukul 06.15 WIB. Pihak keluarga korban menginginkan jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka, tanpa diotopsi.

“Itu meninggalnya di tengah laut. Korban masuk angin sejak malam harinya. Ditahan – tahan nggak kuat, akhirnya meninggal dunia, “ ungkapnya.

Lettu Hartono menambahkan sering kali nelayan sudah berusia lanjut, tetap memaksakan diri melaut. Kondisi tersebut rentan bagi mereka, karena selama mencari ikan, dituntut tenaga prima. Peristiwa nelayan meninggal dunia saat melaut juga berulang kali terjadi. Bahkan beberapa waktu lalu sempat ada nelayan meninggal dunia di tengah laut, usianya sudah mencapai 60 an tahun.

“Data kami sepanjang tahun ini ada 4 nelayan yang meninggal dunia, karena sakit. Memang perlu ada filter dari petugas kesehatan, gimana caranya menyaring sebelum berangkat melaut. Usia di atas 50 tahun, kan nggak efektif juga kalau melaut. Tenaga harus benar – benar fit, “ kata Lettu Hartono.

Sejumlah perwakilan nelayan, pengurus kapal bersama aparat kepolisian membawa jenazah korban Darman ke rumah duka di Desa Ngening, Kecamatan Batangan. Kepergian Darman untuk selamanya, membuat keluarga almarhum sangat terpukul. Apalagi yang bersangkutan merupakan tulang punggung ekonomi keluarga. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *