Striker Andalan Diragukan Tampil, Uston Tetap Siapkan Trisula Penggedor
Striker PSIR Rembang, Effendi “Bendhot” diandalkan saat timnya menjamu Persis Solo, Rabu sore (25/07).
Striker PSIR Rembang, Effendi “Bendhot” diandalkan saat timnya menjamu Persis Solo, Rabu sore (25/07).

Rembang – PSIR Rembang akan langsung memasang 3 orang striker, saat menjamu tim Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Krida Rembang, Rabu sore (25 Juli 2018).

Pelatih PSIR Rembang, Uston Nawawi kepada Reporter R2B menjelaskan trisula striker tersebut yakni Koko Hartanto, Effendi “Bendhot” dan Solikhul Islam. Khusus Sholikul Islam menggantikan peran striker andalan, Rudi Santoso, yang belum pulih 100 %, karena mengalami cedera hamstring atau otot kakinya tertarik saat latihan, belum lama ini. Mengenai lini belakang dan tengah, menurutnya tidak ada masalah.

“Lini belakang, bek kanan dan kiri termasuk baru ya, tapi semoga nggak ada masalah. Terbukti di beberapa pertandingan kemarin. Yang depan, Solikhul turun pertama. Kalau nantinya Rudi Santoso bisa dimainkan, kemungkinan masuk pada babak kedua. Ya tunggu perkembangan gimana nanti, “ jelasnya.

Uston Nawawi menambahkan pemain lain yang dipastikan tidak bisa tampil yakni Muslimin dan Dwi Aryo. Muslimin cedera hamstring, sedangkan Aryo cedera pada pergelangan engkel kakinya. Soal formasi yang diterapkan hampir sama, ketika PSIR Rembang menjamu Persik Kendal, beberapa waktu lalu. Menurut Uston, tim tamu Persis Solo memiliki komposisi pemain yang bagus. Terbukti mereka mampu menduduki peringkat kedua klasemen sementara.

“Formasi nggak ada perubahan, hampir sama kok. Meski Persis termasuk tim yang bagus, muda – mudahan kita bisa ambil 3 poin. Kalau menang, diharapkan semakin memompa semangat para pemain, “ imbuh Uston.

Sementara itu, tokoh Gabungan Suporter Rembang (Ganster), Jarwanto berharap Laskar Dampo Awang bisa bermain lepas, dalam partai derby sesama tim Jawa Tengah.

“Kami yakin dengan permainan PSIR, mampu mengatasi Persis Solo. Kalau kalah lagi, PSIR akan sulit kian menjauhi zona degradasi “ ujar warga Desa Kumendung, Rembang ini. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *