“Pengelola Baru, Semoga Menjadi Serba Baru….”
Pembukaan tradisi Syawalan di obyek wisata Taman Rrekreasi Pantai Kartini, Jum’at pagi. Tampak Bupati, Wakil Bupati Rembang beserta isteri berjalan kaki.
Pembukaan tradisi Syawalan di obyek wisata Taman Rrekreasi Pantai Kartini, Jum’at pagi. Tampak Bupati, Wakil Bupati Rembang beserta isteri berjalan kaki.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendorong supaya pengelola baru obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) Rembang mampu memberikan inovasi, sehingga obyek tersebut tidak ketinggalan dengan obyek wisata lainnya.

Bupati menyampaikan hal itu, ketika membuka tradisi Syawalan di halaman Dampo Awang Beach TRPK, Jum’at pagi (22 Juni 2018). Menurutnya, inovasi pada sektor pariwisata sesuatu yang mutlak, agar Taman Rekreasi Pantai Kartini tidak semakin ditinggalkan wisatawan.

“Dua bulan lalu sudah dipihak ketigakan oleh pengelola baru. Muda – mudahan dengan pengelola baru, semua akan baru. Ada peningkatan sarana pra sarana yang dapat menarik pengunjung. Pada hakikatnya masyarakat akan datang, kalau menyenangkan. Jika tidak, ya akan ditinggalkan, “ tuturnya.

Saat ini, pengelolaan obyek wisata ikon kota Rembang tersebut ditangani oleh Sriyono, Direktur PT. Mantingan Karya Aditia. Sriyono dulu juga pernah mengelola Taman Kartini, namun sempat digantikan pengelola lain dari Kabupaten Pati.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto memaparkan selama Syawalan, terdapat 150 titik kapling pedagang. Diantaranya 30 kapling di halaman Sekretariat Daerah dan DPRD, sedangkan di dalam obyek wisata Taman Kartini mencapai 120 kapling. Mayoritas pedagang berasal dari wilayah Kabupaten Rembang.

“Tampilan lapak pedagang tahun lalu semrawut, tetapi sekarang tampilan pake tenda kerucut, lebih bagus. Di halaman Setda dan DPRD Rembang juga sudah pakai tratak, jadi kesannya ndak kumuh, “ terangnya.

Dwi Purwanto menambahkan kegiatan kali ini tidak hanya sekedar memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga untuk melestarikan tradisi pada bulan Syawal dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Syawalan sendiri di Rembang berlangsung dari tanggal 15 Juni sampai dengan hari Minggu, 24 Juni 2018. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *