“Begitu Keluar, Pemilik Sapi Langsung Berucap Istighfar…”
Seorang bocah mengamati anak sapi berkepala dua di Dusun Grabag, Desa Sridadi. Tampak kepala lainnya menggantung di bawah perut.
Seorang bocah mengamati anak sapi berkepala dua di Dusun Grabag, Desa Sridadi. Tampak kepala lainnya menggantung di bawah perut.

Rembang – Sapi berkepala dua dan berkaki lima menggegerkan masyarakat di Dusun Grabag, Desa Sridadi, Rembang.

Anak sapi yang baru berumur beberapa hari tersebut milik Suparman (50 tahun), di kawasan RT 02 Dusun Grabag, Desa Sridadi. Awalnya, induk sapi berada di belakang rumah Suparman. Tilasifa, tetangga Suparman kali pertama memergoki proses kelahiran anak sapi.

Tilasifa menceritakan anak sapi terjatuh di dekat selokan comberan. Ia berteriak memanggil – manggil Suparman. Begitu datang mengecek, Suparman langsung tersentak kaget, sambil sedikit berlari menjauh. Suparman menyampaikan anak sapinya memiliki dua kepala. Tilasifa sendiri ikut buru – buru masuk ke dalam rumah, karena takut.

“Waktu itu anak sapi jatuh ke peceren (air comberan), saya panggil mbah Parman. Mbah Parman keluar rumah dan saat ngecek, langsung bilang astaghfirullahhaladzim. Soalnya tahu berkepala dua. Saya sendiri gak berani lihat. Baru ketika banyak masyarakat datang, saya beranikan menonton, “ tuturnya.

Sementara itu, salah satu anak Suparman, Syaefudin mengatakan beberapa tahun lalu, induk sapi tersebut pernah beranak 2 ekor sapi kembar, 1 diantaranya mati. Kali ini kemungkinan akan keluar 2 ekor lagi, namun yang satu belum sempurna.

Biasanya sapi kepala 2, posisi kepala berhimpitan. Yang mengherankan, sapi miliknya, posisi kepala dan kaki tambahan berada tepat di bawah perut, sehingga tampak menggantung. Beruntung, anak sapi masih bisa menyusu induknya.

“Kalau menyusu masih bisa. Cuman beban di bawah perut itu yang membuat saya agak kasihan mas. Kesulitannya kita harus mengawasi setiap saat, takut sang anak keinjak sama induknya, “ kata Syaefudin.

Semenjak kabar sapi berkepala dua dan berkaki lima menyebar, kandang milik Suparman kebanjiran warga yang ingin menonton anak sapi aneh itu. Tidak hanya dari Desa Sridadi, tetapi banyak pula yang datang dari kampung tetangga sekitar. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *