Ruang Poliklinik Dipindah, Memicu Keluhan Pasien
Salah satu pasien rawat jalan menunggu pelayanan di lantai II Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang.
Salah satu pasien rawat jalan menunggu pelayanan di lantai II Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang.

Rembang – Pasien rawat jalan menyoroti pemindahan ruangan poliklinik penyakit dalam, mata dan Diabetes Melitus di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang.

Ruang poliklinik semula berada di lantai dasar atau lantai 1, tapi sekarang dinaikkan ke lantai 2.

Erni, seorang pasien rawat jalan asal Desa Tireman, Rembang mengatakan mayoritas pasien poliklinik penyakit dalam, mata maupun diabetes sudah berusia lanjut. Kalau harus naik turun tangga, menurutnya membuat tidak nyaman. Erni berharap manajemen rumah sakit memasang lift.

“Pelayanan rumah sakit sudah lumayan. Tapi yang kurang ketiadaan lift di ruang pelayanan rawat jalan. Apalagi setelah poliklinik mata, penyakit dalam dan DM dipindah ke lantai atas. Saya kemarin sakit, harus naik turun, terus terang kaki saya sampai sakit sekali, “ ungkapnya.

Kepala Seksi Pengembangan Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang, Nurdin Fahrudi menyampaikan pada awalnya di lantai 1 terdapat 8 poliklinik. Seiring semakin banyaknya pasien, membutuhkan ruang tunggu yang besar. Konsekuensinya, poliklinik penyakit dalam, Diabetes Melitus dan poliklinik mata dipindahkan ke lantai 2.

“Pemindahan ini semata – mata demi kenyamanan pasien juga. Di lantai bawah ruang tunggu luas, begitu pula di lantai 2, sekarang tersedia ruang tunggu yang representatif. Kalau masih di lantai bawah semua, kondisinya sudah nggak layak, “ beber Nurdin.

Nurdin menambahkan pihaknya tahun 2018 ini sudah mengalokasikan anggaran, untuk pengadaan lift. Ada 2 lokasi, yakni sisi utara dan selatan. Masing – masing titik butuh biaya Rp 1,3 Miliar. Sambil menunggu proses pengadaan, kalau seandainya pasien rawat jalan ingin ke lantai 2 dan kondisinya lemah, maka petugas Kamtib sudah diperintahkan untuk membantu. Solusi lain, pasien tersebut bisa dilayani ke poliklinik paviliun Kartini di sisi barat, sehingga tidak perlu naik turun.

“Kita sudah anggarkan kok. Nanti kan perlu masuk ULP (Unit Layanan Pengadaan) dulu. Sambil nunggu, petugas Kamtib kita arahkan untuk standbye, bantu pasien. Sering Kamtib sama keluarga pasien, membantu menggendong ke atas, “ imbuhnya.

Bagi Nurdin, masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan oleh manajemen RS dr. R Soetrasno sebagai rumah sakit milik pemerintah. Apabila berdasarkan kajian layak untuk dipenuhi, maka saran maupun kritik akan benar – benar ditindaklanjuti. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *