Interior Kaligrafi Menawan, Sering Mengundang Decak Kagum
Masjid Khoirul Anam Desa Sumurtawang, Kecamatan Kragan. (gambar atas) Kaligrafi Asmaul Husna di bawah kubah Masjid Khoirul Anam.
Masjid Khoirul Anam Desa Sumurtawang, Kecamatan Kragan. (gambar atas) Kaligrafi Asmaul Husna di bawah kubah Masjid Khoirul Anam.

Kragan – Masjid yang baru jadi ini memiliki ciri khas menarik, karena menampilkan keindahan interior.

Untaian 99 nama – nama baik Allah SWT yang terangkum dalam Asmaul Husna, dikelilingi Ayat Kursi sering menjadi daya tarik jemaah. Apalagi dengan dominasi warna hijau, membuat suasana terasa sangat teduh. Begitu masuk Masjid dan mendongak ke atas, pasti akan langsung terkesima melihat susunan kaligrafi tersebut.

Keindahan semacam ini bisa anda dapatkan di Masjid Khoirul Anam, di pinggir jalur Pantura Desa Sumurtawang, Kecamatan Kragan.

Seorang jemaah warga Desa Sumurtawang, Arif Muntoha mengatakan pembangunan Masjid dimulai sejak tahun 2012 lalu dan baru akan diresmikan pada bulan Syawal nanti. Pembangunan menghabiskan biaya sekira Rp 2 Miliar. Meski belum peresmian, namun sudah dioperasikan untuk kegiatan ibadah. Bahkan Masjid biasa menjadi “jujugan” pengguna jalan dari luar daerah, yang kebetulan lewat di jalur Pantura.

Mereka sehabis sholat, sering mengagumi keindahan kaligrafi Asmaul Husna dan Ayat Kursi yang melingkari bagian bawah kubah Masjid. Kadang ada pula yang berfoto selfie dengan latar belakang Asmaul Husna.

“Terus terang saya sendiri merasakan kenyamanan dan kesejukan ketika di dalam Masjid ini. Di hati rasanya adem. Mungkin salah satunya karena lafadz Asmaul Husna. Waktu buat kaligrafi ini, memang agak sulit, karena ketinggian 10 Meter lebih. Yang bikin orang Pandangan, Kragan. Waktu itu dia naik pakai tangga, “ jelasnya.

Arif menambahkan selama bulan suci Ramadhan, aktivitas keagamaan di Masjid Khoirul Anam semakin meningkat. Usai sholat Isya, biasanya berlangsung tadarus Alqur’an. Khusus Malam Minggu, suasana kian ramai, karena pemuda Masjid berkumpul untuk tadarus bersama sampai mendekati tengah malam.

“Kalau malam Minggu sampai 30 an orang yang hadir di Masjid ini mas. Ya untuk memperbanyak amalan ibadah. Dulu di tempat ini hanya Mushola, sekarang berubah jadi Masjid. Warga pun tambah semangat ibadahnya, “ beber Arif.

Pria berusia 40 an tahun ini berharap upaya memakmurkan Masjid, tidak hanya pada waktu Ramadhan saja. Tapi bagaimana setelah puasa usai, kegiatan tersebut tetap berlanjut. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *