Ramadhan, Jadwal Kiai Ini Semakin Padat Jelajahi Masjid
KH. Ahmad Kurdi.
KH. Ahmad Kurdi.

Rembang – Selama bulan suci Ramadhan, aktivitas KH. Ahmad Kurdi semakin padat. Meski demikian, da’i berusia 50 tahun ini tetap memprioritaskan kelangsungan kegiatan Pondok Pesantren Mustofawiyah yang diasuhnya, di Dusun Ngampo Desa Sridadi, Rembang.

Kiai Ahmad Kurdi saat berbincang dengan R2B, Selasa siang (22 Mei 2018) menceritakan aktivitas keagamaan di Pondok Pesantren Mustofawiyah, kian meningkat selama puasa. Meski saat ini mayoritas santri sudah pulang meninggalkan pondok pesantren. Tinggal tersisa belasan santri yang masih bertahan.

Mulai sehabis sholat Subuh, santri langsung mengaji hampir 1 jam. Kemudian pada malam hari setelah sholat tarawih, kegiatan mengaji terus berlanjut sampai pukul 22.00 WIB.

Solusi Keluhan Lambung

“Ramadhan kan bulan penuh rohmah, ya ibadahnya kita tambah. Nyatanya santri cukup semangat dan terlihat ringan menunaikan, “ ungkapnya.

Kiai Kurdi menambahkan khusus pengajian rutin di pondok pesantren, berlangsung Minggu pagi. Begitu selesai, dirinya melanjutkan pengajian di Masjid tiap Minggu secara bergilir.

Minggu ke II Ramadhan di Masjid Jami’ Sumber, Minggu ke III di Masjid Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori dan Minggu ke IV di Masjid Desa Megulung, Kecamatan Sumber. Sedangkan usai sholat Jum’at, pengajian rutin “pasanan” di Masjid Desa Jadi, Kecamatan Sumber. Dalam setiap pengajian, ia sering menekankan kepada umat untuk lebih mengenali diri sendiri.

“Ibarat hidung, hanya mencium bau. Sedangkan mulut yang menikmati. Perut yang menampung makanan. Ketidaksamaan itu punya fungsi masing – masing, tapi sejatinya merupakan satu kesatuan yang nggak bisa dipisahkan, “ ujar Kiai Kurdi.

Baginya, mengenal diri sendiri merupakan sarana untuk mengukur kelemahan dan kelebihan. Muara tujuannya semata – mata agar umat menjadi pribadi lebih baik, setelah Ramadhan berakhir. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *