Layanan Ini Disambut Antusias, Yang Memanfaatkan Semakin Bertambah
Pasien diantar pulang gratis dengan menggunakan mobil layanan prima Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang.
Pasien diantar pulang gratis dengan menggunakan mobil layanan prima Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang.

Rembang – Program antar pasien gratis di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang mendapatkan sambutan antusias dari pasien.

Setelah menjalani perawatan, pasien beserta maksimal 2 orang anggota keluarganya bisa memanfaatkan layanan pulang ke rumah secara cuma – cuma, dengan mobil yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Padahal sebelum program ini, banyak pasien harus bersusah payah mencarter kendaraan sendiri, ketika ingin pulang.

Seorang pasien warga Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Sumarlin mengaku baru saja melahirkan di rumah sakit. Begitu kondisinya mulai pulih, ia beserta bayi dan dua kerabatnya diantar sampai rumah. Sumarlin menilai program tersebut sangat bagus dan meringankan beban masyarakat. Jika harus menyewa mobil dari Rembang, tarifnya bisa mencapai Rp 200 – 300 Ribu.

Solusi Keluhan Lambung

“Rembang – Tegaldowo kan jauh mas, saya diantar sampai depan rumah. Nggak bayar sama sekali. Suami saya cukup membantu nganter sopir mobil, untuk minta tanda tangan kepada pihak desa. Sebagai bukti benar – benar dari Desa Tegaldowo. Alhamdulilah, uang yang saya punya bisa untuk beli keperluan bayi, “ kata Sumarlin.

Direktur rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Agus Setyo Hadi Purwanto menjelaskan semenjak program digulirkan tanggal 03 Mei 2018, jumlah pasien yang memanfaatkan semakin banyak. Dari rata – rata per hari 40 an pasien pulang, 80 % menggunakan layanan antar gratis.

“Layanan ini berawal dari keprihatinan ketika melihat pasien mau pulang, lama menunggu angkutan umum. Nah kita hadir untuk membantu. Saat ini pasien yang memanfaatkan layanan antar gratis terus bertambah. Kalau nggak memanfaatkan, prediksi kami mereka mungkin sudah bawa kendaraan sendiri, “ terangnya.

Agus menambahkan dari rumah sakit menyiapkan 6 unit mobil. Namun pihaknya juga melibatkan 8 unit mobil milik warga yang biasa ngetem di depan rumah sakit dr. R Soetrasno, untuk ikut membantu. Para sopir sudah diwanti – wanti, jangan sampai memungut uang sepeserpun kepada pasien.

“Khusus mobil dari luar rumah sakit ini sudah kita cek kondisinya dan memang harus layak. Upaya ini sebagai bentuk rumah sakit melakukan pemberdayaan juga. Yang penting bisa mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam layanan antar gratis, “ imbuh dr. Agus.

Ketika ditanya apakah program ini kuat bertahan lama ? Agus optimis akan terus berlanjut, karena semua kebutuhan operasional sudah diperhitungkan. Mulai biaya bahan bakar minyak (BBM), maupun jasa untuk sopir kendaraan. Lebih – lebih layanan antar gratis tersebut mendapatkan dukungan dari banyak pihak. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *