Nelayan Tewas Di Tengah Laut, Begini Penjelasan Polisi
Jenazah korban dievakuasi dari atas kapal menuju mobil ambulance di Pelabuhan Tasikagung, Rabu siang.
Jenazah korban dievakuasi dari atas kapal menuju mobil ambulance di Pelabuhan Tasikagung, Rabu siang.

Rembang – Seorang nelayan dari Kabupaten Rembang meninggal dunia, saat melaut di sebelah utara Pulau Karimunjawa, Jepara. Korban tercebur ke laut, ketika menebar jaring.

Korban yakni Hartono, warga Desa Tritunggal, Rembang. Ia merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KM Sinar, yang dinahkodai Zainur Anwar (30 tahun) warga Kelurahan Tanjungsari, Rembang. Kapal berbobot 30 GT tersebut milik Sucipto (30 tahun), warga Kelurahan Pacar, Rembang.

Awal mulanya hari Selasa (01/05), korban bersama rekan – rekannya mencari ikan. Begitu terjatuh ke laut, yang bersangkutan dapat diselamatkan naik kapal lagi. Tapi Hartono sempat berulang kali mengeluh mengalami kram pada bagian kaki, sampai menghembuskan nafas terakhir. Nahkoda kapal memutuskan untuk pulang Rembang dan jenazah tiba di Pelabuhan Tasikagung, Rembang, Rabu (02 Mei 2018) sekira pukul 13.00 WIB.

Kepala Satuan Polisi Air Polres Rembang, Iptu Sukamto membenarkan peristiwa tersebut. Setelah jenazah dipindahkan dari kapal menuju mobil ambulance, langsung dibawa ke kamar mayat rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, guna menjalani visum.

“Tadi suasana dermaga Pelabuhan Tasikagung ya ramai sekali mas. Kita sudah siap – siap di dermaga. Jadi ketika jenazah dievakuasi, langsung dibawa ke kamar mayat. Biar polisi dan petugas medis dapat fokus melakukan pemeriksaan, “ tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sekujur tubuh korban, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Penyebab kematian murni karena tenggelam, diperparah punya riwayat sakit. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada perwakilan keluarga, untuk dimakamkan. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *