Ancaman Tenaga Kerja Asing, Bupati Punya Jurus
Pabrik sepatu di dekat Embung Rowosetro masih dalam proses konstruksi bangunan.
Pabrik sepatu di dekat Embung Rowosetro masih dalam proses konstruksi bangunan.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanggapi kemungkinan maraknya tenaga kerja asing, setelah Kabupaten Rembang mulai menjadi sasaran investor luar negeri. Termasuk salah satunya pabrik sepatu di sebelah timur Embung Rowosetro, yang didirikan investor dari Korea.

Abdul Hafidz menyatakan pihaknya sudah membuat surat perjanjian dengan investor, agar mengoptimalkan tenaga kerja lokal, terutama untuk warga ring satu sekitar pabrik. Kalau nantinya manajemen pabrik ingkar janji, Pemerintah Kabupaten siap mengevaluasi izin mereka.

“Jadi kami sudah komunikasikan masalah tenaga kerja ini sama investor asing yang membuka pabrik di sini. Tenaga kerja sekitar pabrik harus diprioritaskan. Insyaallah akan dipenuhi, “ ungkapnya.

Khusus pabrik sepatu di dekat Embung Rowosetro, sebelah barat Desa Padaran, Rembang, sampai sekarang masih pembangunan konstruksi. Targetnya, bulan Januari 2019, pabrik tersebut sudah beroperasi. Tahap awal, membutuhkan 5 – 7 ribu tenaga kerja. Bupati ingin warga Kabupaten Rembang tidak sekedar menjadi buruh. Namun bisa diterima pula sebagai tenaga administrasi dan bahkan tenaga ahli.

“Untuk tenaga administrasi dan tenaga ahli ini, sebagian dari PT. Sengdam Jaya yang diambilkan dari berbagai daerah. Tapi jangan semua dari PT, melainkan sebagian memberdayakan warga setempat. Asal berkompeten, “ beber Hafidz.

Setelah pabrik sepatu di timur kota Rembang berdiri, rencananya di lahan antara Desa Leran dan Desa Trahan Kecamatan Sluke, juga akan ada pabrik sepatu dengan skala jauh lebih besar. Mereka membutuhkan lahan sekira 60 an hektar. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *