Didesak Selamatkan PSIR, Begini Jawaban Bupati
Suporter PSIR Rembang duduk di tengah Jl. Pemuda, depan Stadion Krida Rembang, belum lama ini, sebagai bentuk keprihatinan terhadap PSIR.
Suporter PSIR Rembang duduk di tengah Jl. Pemuda, depan Stadion Krida Rembang, belum lama ini, sebagai bentuk keprihatinan terhadap PSIR.

Rembang – Perwakilan suporter PSIR mendesak Bupati Rembang, Abdul Hafidz selaku Ketua Umum PSIR untuk menyelamatkan PSIR, agar jangan sampai terdegradasi ke Liga 3.

Jarwanto, perwakilan Gabungan Suporter Rembang (Ganster) dari Desa Kumendung, Kecamatan Rembang Kota mengaku was – was dengan kondisi PSIR saat ini. Ia berharap Bupati turun tangan, untuk menyelamatkan PSIR. Jika sampai turun kasta, Jarwanto khawatir akan semakin kesulitan kembali lagi ke Liga 2.

“Prestasi PSIR ini kan terpuruk pak, alhamdulilah kita saat lawan Persita Tangerang dapat meraih poin penuh. Mohon kiranya pak Bupati ikut memperhatikan, biar PSIR nggak terdegradasi, “ tutur Jarwanto.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan keseriusannya mendukung penuh PSIR, terbukti sudah 3 periode menduduki posisi Ketua Umum PSIR. Berulang kali ia menawarkan kepada orang lain untuk mengganti, namun tidak ada yang bersedia. Alasannya, tanggung jawab Ketua Umum PSIR sangat berat menanggung pembiayaan.

Dirinya membenarkan sekarang ini anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) pemerintah, dilarang untuk membiayai tim sepak bola profesional. Begitu juga anggaran dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tak boleh untuk membantu tim seperti PSIR yang berlaga di Liga 2 sebagai liga profesional.

“Lawan – lawan PSIR itu sekarang berat. Jadi kita serba susah. Tiap tahun minus terus. Lha gimana cari dananya, sedangkan penghasilan tiket kecil, ya dari sumbangan – sumbangan yang tidak mengikat. Terima kasih kepada para ASN (aparatur sipil negara), kepala desa maupun pihak – pihak yang telah membantu tim PSIR, “ ungkap Bupati.

Abdul Hafidz menambahkan pada musim kompetisi Liga 2 tahun lalu, manajemen PSIR menghabiskan dana Rp 2,6 Miliar. Tahun ini diperkirakan menghabiskan biaya sampai Rp 4 Miliar, karena jumlah pertandingan lebih banyak dan sejumlah tim berada di luar pulau Jawa. Meski demikian Hafidz berkomitmen agar PSIR mampu bertahan di papan tengah Liga 2.

“Kita harus laga tandang ke Aceh, dan beberapa daerah di Pulau Sumatera. Wajar kalau akomodasinya membengkak. Untuk menekan anggaran, saya berharap pemain lokal Kabupaten Rembang lebih dioptimalkan, “ imbuh Hafidz.

Saat ini PSIR Rembang mengemas poin 5, hasil dari sekali menang, 2 kali seri dan 4 kali kalah. PSIR masih menempati posisi juru kunci. Nilai tersebut sama dengan  Persik Kendal yang berada setingkat di atasnya, pada posisi ke 11. Meski demikian Hafidz merasa manajemen sekarang tetap layak dipertahankan dan tinggal didorong bergerak lebih baik. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *