Lewati Malam Puncak, Berikut Ini Daftar Pemenang Festival Thong – Thong Lek
Salah satu group thong – thong lek unjuk kebolehan saat babak final di depan Stadion Krida Rembang, Rabu malam.
Salah satu group thong – thong lek unjuk kebolehan saat babak final di depan Stadion Krida Rembang, Rabu malam.

Rembang – Group thong – thong lek New Ganepa dari Kelurahan Gegunung Kulon, Rembang menjadi juara pertama dalam babak final festival thong – thong lek tingkat Kabupaten Rembang, yang berakhir di depan Stadion Krida Rembang, Rabu malam (13/06).

Sedangkan juara II direbut group Gondorase dari Desa Banyudono Kecamatan Kaliori, juara III group Al Buser Desa Sumberejo. Untuk juara harapan I sampai III, masing – masing diduduki New Gankprat Waru Lor, Al-densa Waru Kwalian dan Guwe dari desa Gegunung Wetan, Rembang.

Ketua panitia festival thong – thong lek, Sucipto menjelaskan menyangkut hasil penilaian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim dewan yuri.

Juara I berhak menerima hadiah uang tunai Rp 5 Juta, juara II Rp 4 Juta dan juara III Rp 3 Juta. Khusus juara harapan I sampai III, rata mengantongi Rp 2 Juta. Yang membedakan dengan tahun lalu, mulai tahun ini sudah ada subsidi dana dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Total subsidi Rp 23 Juta, dibagikan kepada semua peserta thong – thong lek ketika babak penyisihan.

“Dana subsidi mulai ada tahun ini. Total group 28 yang ikut, tiap groupnya mendapatkan Rp 800 ribuan. Paling nggak bisa meringankan peserta. Akomodasi seperti snack juga disediakan, padahal tahun kemarin nggak ada, “bebernya.

Sucipto menambahkan secara umum pelaksanaan festival thong – thong lek tahun ini lebih lancar. Yang patut dievaluasi pada tahun depan adalah mengantisipasi iring – iringan kendaraan maupun suporter yang mengikuti di belakang peserta thong – thong lek, sehingga membuat penonton kurang nyaman.

“Ketika dari start sampai sekitar Laut Bonang Jl. Pemuda Rembang, kondisi bagus, ya jarang ditemukan penonton menerobos masuk. Tapi setelah Laut Bonang ke selatan sampai finish, penonton mulai masuk jalan. Ya sudah, mulai semrawut jadinya, “ imbuh Sucipto.

Selain masalah penonton masuk jalur peserta thong – thong lek, ada beberapa masalah lain yang perlu dievaluasi. Muara tujuannya satu, demi mengembalikan fungsi thong – thong lek sebagai sarana hiburan, melestarikan budaya lokal dan syiar agama Islam pada bulan suci Ramadhan. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *