“Kenekatan” Petani Ini Berawal Dari Youtube, Mendobrak Kebiasaan
Pekerja menyirami tanaman durian di lahan milik Muntaha, Desa Sridadi, Rembang.
Pekerja menyirami tanaman durian di lahan milik Muntaha, Desa Sridadi, Rembang.

Rembang – Warga yang satu ini mencoba menanam ratusan pohon durian, di lahan tandus yang selama ini menganggur dan berada di daerah panas. Meski jenis tanaman tersebut sering dikaitkan cocok dengan alam pegunungan  serta berhawa sejuk.

Ya..begitulah usaha Muntaha (45 tahun), warga Desa Sridadi, Rembang. Ia belakangan ini menanam 600 an batang pohon durian, tersebar di 7 bidang tanahnya, sekitar Desa Sridadi.

Muntaha bercerita pada awalnya melihat tayangan youtube tentang keberhasilan menanam durian di lahan kering. Ia kemudian mencari referensi untuk mendapatkan bibit. Akhirnya memperoleh di daerah Magelang, setelah itu bibit langsung didatangkan ke Rembang. Harga per batang tidak sampai Rp 100 ribu. Menurut penjualnya, dalam tempo waktu 5 tahun sudah bisa berbuah.

“Liatnya pertama kali dari youtube mas, mau coba – coba lah. Kata penjual bibitnya sich 5 tahun bisa panen. Cuman saya nggak tahu, apakah yang penting dagangan dia bisa laku atau gimana. Soal panen atau tidak kan rezeki ya. Kita diwajibkan ikhtiar, ya ini bagian ikhtiar saya, “ jelasnya.

Muntaha menambahkan ada beberapa kendala yang dihadapi. Semisal sempat salah memberikan obat, sehingga sejumlah tanaman mati. Selain itu, kondisi tanah kering juga menjadi masalah. Apalagi belakangan ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Maka harus ada penyiraman rutin, supaya tanaman mampu bertahan.

“Saya beli motor roda 3, dimodif sebagai tampungan air, ya kayak gini ini pindah – pindah untuk mengairi tanaman. Fokusnya gimana tanaman hidup dulu, “ imbuhnya.

Mengenai pasokan air, Muntaha kebetulan bisa mengandalkan air bawah tanah di dekat rumahnya. Sumber air sejauh ini masih lancar. Meski harus bolak – balik, dari 1 lahan ke lahan lain, namun ia berharap proyek uji cobanya tersebut suatu saat akan mendatangkan hasil. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *