“Saya Kira Listrik Mati Dari PLN, Ternyata Ada Sebab Lain…”
Gunawan, warga di Jl. Kartini, Rembang, menghidupkan meteran listrik.
Gunawan, warga di Jl. Kartini, Rembang, menghidupkan meteran listrik.

Rembang – Sejumlah warga di pinggir Jalan Kartini dan Jl. Pemuda Rembang resah dengan ulah orang gila yang sering mematikan meteran listrik, terutama pada malam hari.

Gunawan, seorang warga di pinggir Jl. Kartini Rembang mengaku sempat mengira listrik padam dari PLN. Namun begitu keluar mengecek, ternyata ulah gelandangan psikotik.

Tindakan itu tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi sudah berulang kali, sehingga merepotkan. Apalagi kalau tengah malam atau dini hari harus keluar rumah, guna mengaktifkan kembali meteran listrik. Setelah dicermati, pelakunya orang yang sama. Ia berharap ada operasi rutin bagi gelandangan psikotik, mengingat saat ini yang berkeliaran di dalam Kota Rembang semakin banyak.

“Tak kiro listrik mati dari PLN langsung mas. Oh ternyata dijeglekke orang gila. Usai tak nyalake lagi, dimatikan lagi. Jengkel juga rasanya. Selain itu, tong – tong sampah di depan tempat usaha kami sering diambil, kemudian dicantolke kemana – mana, “ keluh Gunawan.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat Dan Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Rembang, Heru Susilo menjelaskan khusus orang gila yang sudah meresahkan, pihaknya siap setiap saat menerima laporan. Anggota akan langsung turun, untuk mengevakuasi orang gila tersebut.

Ia membenarkan jumlah gelandangan psikotik belakangan ini cenderung bertambah, diduga kuat sebagian merupakan buangan dari daerah lain.

“Hampir tiap hari kami patroli rutin. Salah satu laporan yang masuk dari masyarakat, semisal ada orang gila bikin onar dan kerap mengganggu masyarakat. Kalau yang kayak gitu, kami cepat turun. Kemarin juga ada kok dari Desa Tasikagung, “ terangnya.

Heru Susilo menambahkan hasil razia gelandangan psikotik selalu dibawa ke Panti Rehabilitasi di pinggir Jl. Rembang – Blora, Desa Kedungrejo. Menurutnya, Satpol PP sebatas mengamankan gelandangan, demi menjaga ketertiban. Sedangkan pola penanganan jangka panjang, perlu disokong bersama – sama oleh lintas sektoral. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *