Kejahatan Merajalela : Rumah Guru Diobok – Obok Maling, Kerugian Cukup Besar
Teralis jendela berada di atas kasur. (gambar atas) Suasana olah TKP aparat kepolisian, Rabu malam.
Teralis jendela berada di atas kasur. (gambar atas) Suasana olah TKP aparat kepolisian, Rabu malam.

Sulang – Kejahatan semakin merajalela pada bulan puasa ini. Rabu malam (23/05), pelaku pencuri membobol rumah warga Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, ketika pemilik rumah tengah menunaikan ibadah sholat tarawih. Uang tunai puluhan juta rupiah amblas. Rumah yang disatroni maling, milik Musfikin (50 tahun), di kawasan RT 02 RW 01 Desa Kemadu.

Pelaku diduga memahami situasi lokasi kejadian, termasuk mengamati pada jam sholat tarawih, kondisi rumah kosong ditinggal. Pelaku mencongkel jendela. Besi teralis yang menempel di jendela berhasil dilepas, kemungkinan pelaku sudah membawa alat perlengkapan untuk membongkar teralis.

Saat pulang dari sholat tarawih, Musfikin yang berprofesi sebagai guru pegawai negeri ini merasa curiga, di bagian ruang tengah terdapat bekas jejak pijakan kaki. Ia buru – buru masuk kamar, mendapati jendela terbuka, sedangkan teralis berada di atas kasur. Baju – baju di dalam almari juga berserakan. Uang yang ada di almari dan di dalam tas punggung sekira Rp 35 an Juta hilang. Selain itu, perhiasan berupa gelang, liontin dan cincin seberat 14 gram, turut dibawa kabur pelaku. Korban menderita total kerugian hampir Rp 42 Juta.

Kaur Binops Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Iptu Moch. Edi Sismanto menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan Tim Identifikasi menuju lokasi kejadian. Bersama – sama dengan aparat Polsek Sulang, menggelar olah TKP. Namun sejauh ini belum berhasil mengungkap siapa tersangka pelaku yang terlibat dalam kasus itu.

“Anggota kami menelisik kemungkinan adanya sidik jari. Ini masih kita dalami. Modus tersangka memanfaatkan situasi lingkungan sekitar TKP sepi, karena banyak yang sholat tarawih, “ ungkapnya.

Iptu Moch. Edi Sismanto mengakui masa sholat tarawih menjadi waktu rawan tindak kejahatan. Ia menyarankan di kalangan warga RT bergantian untuk melaksanakan sistem keamanan keliling (Siskamling). (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *