Tahanan Tewas : Polisi Periksa 3 Saksi Tambahan, Siapa Saja Mereka ?
Orang tua tahanan yang tewas, Piping Sunarwan dan Endang Purwanti, warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Orang tua tahanan yang tewas, Piping Sunarwan dan Endang Purwanti, warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Rembang – Polres Rembang menambah 3 orang saksi lagi untuk dimintai keterangan dalam kasus tewasnya tahanan Rutan Rembang, Edo Ibnu Hartanto (27 tahun), warga Kediri, Jawa Timur.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Kurniawan Daeli menjelaskan 3 orang saksi tersebut, 2 dari pihak Rutan, sedangkan 1 saksi lainnya merupakan narapidana Rutan Rembang yang sudah bebas.

Kalau keterangan versi tahanan maupun Rutan, mereka menceritakan saat menolong korban yang melakukan percobaan bunuh diri. Ia meminta masyarakat jangan berandai – andai, tetapi semua harus berdasarkan fakta.

“Nggak usah kita berargumen dan berandai – andai. Nanti data dari rumah sakit dan hasil otopsi kita sandingkan dengan keterangan saksi. Total ada 12 saksi kami minta keterangan. Masih berproses, jadi tunggu saja. Soalnya hasil otopsi juga belum kita peroleh, “ kata Daeli.

Sementara itu, orang tua Edo Ibnu Hartanto, Piping Sunarwan dan Endang Purwanti, hari Jum’at (11/05) kembali datang ke Mapolres Rembang, untuk memberikan tambahan keterangan kepada penyidik Reskrim.

Piping mengungkapkan puteranya saat meninggal dunia berstatus tahanan Pengadilan Negeri Rembang. Namun sampai sekarang belum ada pejabat pengadilan yang menemuinya. Ia berharap semua diusut tuntas, sampai benar – benar gamblang, apa yang sebenarnya terjadi dibalik kematian Edo Ibnu Hartanto.

“Selama ini yang aktif mendampingi ya pihak kepolisian. Kami hanya memendam satu keinginan, kebenaran harus ditegakkan. Semoga teka – teki kematian anak kami, lekas terjawab, “ kata Piping.

Sebelumnya, Edo Ibnu Hartanto meninggal dunia di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, tanggal 27 April 2018 lalu. Tahanan kasus kecelakaan lalu lintas yang belum disidangkan ini, mengalami luka memar di bagian mata kiri dan lehernya patah. Keluarga Edo menduga akibat penganiayaan di dalam Rutan, sedangkan pihak Rutan mengklaim Edo tewas karena percobaan bunuh diri. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *