Ini Alasan DLH Lakukan Pengadaan 3 Truk Baru Pengangkut Sampah
Dua unit truk baru pengangkut sampah terparkir di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang.
Dua unit truk baru pengangkut sampah terparkir di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang.

Rembang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang menambah 3 unit truk baru pengangkut sampah, karena layanan pengangkutan sampah, dalam kurun waktu setahun terakhir ini semakin luas.

Suharso, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang menjelaskan armada lama sekira 10 unit truk, mayoritas kondisinya sudah tua. Maka butuh peremajaan dengan truk baru. Hal itu bertujuan untuk mempercepat pelayanan. Selain itu, belakangan bertambah banyak desa – desa yang menginginkan sampah dari kampung mereka, diangkut oleh truk Dinas Lingkungan Hidup.

“Dari 3 truk tersebut, 1 jenis dump truck dan 2 unit amrol. Kita ingin layanan menjadi lebih cepat, untuk melengkapi truk yang sudah ada. Kami menggelontorkan dana kira – kira Rp 1 Miliar untuk pengadaan 3 truk tersebut, “ jelasnya.

Suharso menambahkan tambahan luas pelayanan meliputi kota Rembang, Sulang dan sekitarnya serta wilayah Rembang bagian timur. Mengenai tenaga sopir armada baru, pihaknya memastikan tidak ada masalah. Rata – rata mengoptimalkan personel yang dulu menjadi pendamping truk pengangkut sampah, sekarang diberdayakan sebagai sopir.

“Titik – titik baru sampah yang harus kami angkut, paling banyak di daerah timur, tenaga sopirnya sudah kami siapkan. Jadi tinggal jalan saja ini, “ imbuhnya.

Sementara itu, Ahmad, warga di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori mengaku resah terhadap pembuangan sampah di pinggir bantaran sungai antara Dusun Nganguk dengan Dusun Pentil Desa Gunungsari. Lama kelamaan jumlahnya semakin menggunung. Disinyalir kebanyakan merupakan ulah warga dari luar kampung, yang tidak mempedulikan kebersihan sungai. Ia mempertanyakan untuk hal – hal seperti itu, bagaimana solusi terbaiknya.

“Orang naik motor, bawa sampah, tinggal buang saja ke sungai. Lokasinya agak jauh dari perumahan penduduk. Lha kalau terus – terusan seperti itu, ketika hujan deras, pasti rawan memicu banjir kian parah. Idealnya tiap desa, ada sistem pengelolaan sampah yang benar, kemudian dikerjasamakan dengan dinas terkait, “ ujarnya. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *