Bupati Bocorkan Undip Akan Membuka Kuliah Di Rembang, Kampusnya ?
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat berada di tengah – tengah pelajar di Kecamatan Gunem, Kamis (03/05).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat berada di tengah – tengah pelajar di Kecamatan Gunem, Kamis (03/05).

Rembang – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan membuka perkuliahan di Kabupaten Rembang. Jurusan yang dibuka kali pertama adalah Tekhnologi Informasi (IT).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan gagasan tersebut sebagai salah satu upaya untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Rembang.

Dipilihnya Tekhnologi Informasi, karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, siapa saja yang menguasai tekhnologi dan informasi, dialah yang mampu menguasai dunia. Maka ia meminta bagi lulusan SMA sederajat, kelak kalau ingin kuliah di bidang IT, tidak perlu jauh – jauh keluar daerah. Targetnya, tahun 2018 ini sudah mulai persiapan membuka aktivitas perkuliahan.

“Insyallah tahun ini akan dimulai, meski belum ada sarana yang memadai. Kenapa kita buka Tekhnologi Informasi, karena bidang tersebut sangat strategis kedepan. Anak – anak lulusan sekolah menengah, akan lebih mudah nantinya untuk kuliah. Lebih dekat, pengeluaran juga bisa dihemat, “ kata Hafidz.

Abdul Hafidz menambahkan proses perkuliahan berada di Rembang, namun sumber daya dosen maupun pengelolaan manajemennya, ditangani oleh Undip Semarang. Kabupaten Rembang bertugas menyediakan lahan dan tempat kampus. Kebetulan Pemkab juga telah menyiapkan lahan sekira 15 hektar. Jika terealisasi, perkiraan mampu menampung 10 ribu orang mahasiswa. Namun ia belum memperinci tanah yang dimaksud.

Dengan bertambahnya perguruan tinggi, Bupati berharap antara hulu dan hilir menyambung. Hulu adalah perguruan tinggi pencetak tenaga berkompeten, sedangkan hilir merupakan pabrik – pabrik yang beroperasi di Kabupaten Rembang. Mereka juga akan membutuhkan tenaga terampil di bidang IT.

“Semua pembiayaan operasional yang nanggung dari Undip, kita sebatas menyiapkan tempat. Masih terus dikaji ini. Bayangkan kalau ada 10 ribu mahasiswa di sini. Perguruan tinggi ada, pabriknya ada. Jadi hulu hilir bisa nyambung. Kalau hulu ada hilir nggak ada, lulusan ya lari. Begitu pula hulu nggak ada hilir ada, dimanfaatkan orang lain, “ imbuhnya.

Di kabupaten Rembang saat ini terdapat perguruan tinggi STIE YPPI dan STAI Al Anwar Sarang. Beberapa perguruan tinggi swasta dari luar daerah juga sempat membuka kelas jauh, dengan menumpang ruangan di sekolah milik pemerintah. Pemkab setempat menyadari jenjang pendidikan tinggi di Kabupaten Rembang masih tertinggal dengan daerah – daerah tetangga, seperti Kabupaten Pati maupun Blora. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *