Semula Tak Mengincar Rembang, Investor Pabrik Sepatu Beberkan Nilai Investasi
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (kanan) dan Mr. Jonk selaku investor, ketika peletakan batu pertama pabrik sepatu, Kamis (03/05).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (kanan) dan Mr. Jonk selaku investor, ketika peletakan batu pertama pabrik sepatu, Kamis (03/05).

Rembang – Investor pabrik sepatu PT. Sengdam Daya Abadi yang membuka pabrik di sebelah timur Embung Rowosetro Rembang, diminta memprioritaskan tenaga kerja lokal. Mengingat banyak petani yang sudah mengorbankan lahan persawahannya menjadi lokasi pabrik.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menjelaskan masalah tersebut saat peletakan batu pertama pabrik sepatu, hari Kamis (03 Mei 2018). Posisi pabrik dari Korea itu, berada di tengah – tengah antara Desa Padaran, Sridadi, Tireman dan Desa Pasar Banggi, Rembang.

Setelah pembangunan pagar selesai, dilanjutkan pendirian bangunan pabrik mulai bulan Mei. Gedung pertama ditargetkan selesai tahun 2018 ini dan siap dioperasikan bulan Januari tahun 2019. Tahap pertama baru melibatkan 3.000 an orang pekerja. Selanjutnya diteruskan gedung ke 2 dan ke 3. Kalau nantinya investor tidak menyerap maksimal tenaga kerja lokal, Bupati siap menindak.

“Saya melihat kondisi Rembang, pengangguran masih tinggi dan kemiskinan masih banyak. Selaku Bupati punya tanggung jawab secara sosial dan kedinasan agar rakyatnya bisa sejahtera. Tentu ada pengorbanan, yang semula tanahnya bisa untuk menghidupi banyak orang karena ditanami padi sekarang tidak bisa. Semoga pengorbanan yang membawa berkah, “ jelas Hafidz.

Direktur PT. Sengdam Jaya Abadi, Mr. Jonk membeberkan pada tahap pertama menginvestasikan dana Rp 400 Milyar, sedangkan tahap kedua akan ditambah Rp 200 milyar. Jika pabrik sudah sepenuhnya beroperasi, Mr. Jonk mengklaim sanggup menampung 10 – 20 ribu orang pekerja.

“Terus terang dulunya saya berencana membangun pabrik tidak disini, tapi karena Pak Bupati Hafidz meminta saya dan dibantu, saya hanya bisa berterima kasih, “ tuturnya terbata – bata menggunakan bahasa Indonesia.

Saat peletakan batu pertama pabrik sepatu tersebut, tampak hadir pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kemudian perwakilan warga dan aparat desa sekitar. Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno berharap investor menepati janji, terutama masalah perekrutan tenaga kerja lokal. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *