Ditanya Ancaman Demam Panggung, Begini Tanggapan Pihak PSIR
Pemain PSIR Rembang menggelar latihan di Stadion Krida, Jum’at pagi.
Pemain PSIR Rembang menggelar latihan di Stadion Krida, Jum’at pagi.

Rembang – Pelatih PSIR Rembang, Uston Nawawi berharap para pemainnya tidak mengalami demam panggung, saat melakoni laga kandang pertama melawan Semen Padang di Stadion Krida Rembang, Sabtu sore (28/04).

Uston menyampaikan hal itu seusai memimpin latihan di Stadion Krida, Jum’at pagi (27 April 2018). Menurutnya, dari 18 orang pemain yang masuk line up, siap tampil. Ia meminta skuadnya jangan menyepelekan tim Semen Padang, meski mereka baru saja kalah melawan Persis Solo 3 – 0. Justru semangat kebangkitan Semen Padang harus diwaspadai.

“Kekalahan Semen Padang nggak bisa jadi ukuran. PSIR juga habis kalah lawan PSPS, kita main di kandang sendiri, muda – mudahan pemain lebih semangat. Bukan sebaliknya demam panggung. Yang kita fokuskan gimana bisa nyetak gol dan tidak kebobolan. Tadi latihan ringan kita ulang – ulang terus, “ ujar Uston.

Sementara itu, pelatih Semen Padang, Sarifudin Rusli dalam jumpa pers memathok target kemenangan, ketika dijamu PSIR Rembang. Kekalahan melawan Persis Solo sudah dilupakan pemain. Pihaknya belum mengetahui kekuatan tim PSIR, tapi ada beberapa pemain tuan rumah yang harus diwaspadai.

Soal cuaca panas di Rembang, bagi Sarifudin tidak masalah, lantaran Padang juga daerah pantai dan sama – sama panas.

“Kita main ya sesuai cara main kita saja, untuk pola belum bisa kami bocorkan ya. Kemarin waktu main di Solo ada 1 pemain cedera, posisi stoper. Sudah kita pulangkan dan penggantinya siap. Semoga anak – anak nanti bisa tampil lepas, “ bebernya.

Dihubungi terpisah, seorang suporter PSIR, Jayadi memprediksi pertandingan tersebut akan berlangsung seru. Mengingat dua tim ngotot ingin meraih kemenangan.

“Main keras dan terbuka sangat kita nantikan. Yang penting masih dalam semangat sportivitas. Tentunya kita berharap PSIR menang. Keinginan publik pecinta sepak bola kayak gini, jangan sampai membuat pemain terbebani, kemudiannya mainnya jelek. Tapi semata – mata untuk nambah semangat, “ pungkas Jayadi. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *