Tanah Sekolah Sempit Tapi Siswa Membludak, Begini Saran Bupati
Bangunan sekolah SMP N 3 Rembang.
Bangunan sekolah SMP N 3 Rembang.

Rembang – Sempitnya kondisi tanah di sekolah SMP N 3 Rembang nyaris dipenuhi bangunan sekolah, sehingga sulit diperluas. Padahal jumlah murid dari tahun ke tahun semakin bertambah. Saat ini hampir 700 an murid menimba ilmu di sekolah yang berada di pinggir jalur Pantura Desa Kabongan Lor, Rembang tersebut.

Sukantiningsih, Kepala Sekolah SMP N 3 Rembang menuturkan sekolah harus tetap berada di lokasi sekarang, karena posisinya sangat strategis di dekat pusat kota. Jangan sampai sekolah dipindah, gara – gara keterbatasan tanah.

Kebetulan SMP N 3 Rembang pada tahun 2018 mendapatkan bantuan rehab 2 ruang kelas dan penambahan 1 ruang kelas baru. Ia juga menerima informasi tahun 2019 ada bangunan yang akan ditingkat, dengan alokasi anggaran Rp 1 Miliar. Harapannya bisa terealisasi, mengingat minat masyarakat mendaftar ke SMP N 3 tergolong cukup tinggi.

“Kami kebetulan mau bikin 3 ruang kelas baru di lantai 2. Tadi saya dengan pak Bupati ngendikan mau dikucuri dana Rp 1 M, muda – mudahan terwujud. Terus terang yang mau daftar ke SMP N 3 lumayan banyak. Bahkan sering pada hari pertama pendaftaran, kuota langsung terpenuhi, “ jelas Sukantiningsih.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz merespon pemikiran pihak sekolah SMP N 3 Rembang. Setelah mencermati lahan sekolah terbatas, maka solusinya bangunan harus ditingkat, jika ingin berkembang.

Untuk sekolah – sekolah lain, diharapkan konstruksi bangunan bawah lebih kuat. Manakala dana siap, tinggal melanjutkan untuk bangunan lantai 2.

“Tanah kan nggak bisa beranak, jadi fokusnya bangunan dinaikkan terus. Ini jadi solusi bagi sekolah yang lahannya terbatas, tapi jumlah murid meluber. Jadi kalau mbangun ruang yang bawah diperkuat sekalian. Besok tinggal melanjutkan, “ ujar Hafidz.

Bupati Rembang menambahkan selama tahun 2018, Pemkab akan merehab bangunan ruang kelas SD, yang rusak sedang 39 unit dan rehab berat 27 unit. Di jenjang SMP, rehab kerusakan sedang mencapai 43 unit dan rehab rusak berat 17 unit. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *