Peziarah Makam RA. Kartini Melonjak, Ini Angkanya
Peziarah rela antre di luar makam. (gambar atas) berdo’a di dekat pusara makam RA. Kartini.
Peziarah rela antre di luar makam. (gambar atas) berdo’a di dekat pusara makam RA. Kartini.

Bulu – Makam pahlawan emansipasi wanita, RA. Kartini dipadati ribuan peziarah, Sabtu (21 April 2018).

Para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi makam RA. Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Mayoritas peziarah merupakan kaum wanita yang tergabung dalam darma wanita, PKK maupun organisasi profesi. Sangking ramainya, peziarah harus masuk secara bergantian.

Setelah mendapatkan giliran masuk ke area makam, mereka langsung menabur bunga di pusara makam RA. Kartini, dilanjutkan dengan do’a bersama.

Yernaningsih, seorang peziarah dari Kaliwangan, Blora mengungkapkan melalui ziarah semacam ini dirinya ingin mengenang kembali sepak terjang RA. Kartini, mewujudkan kesetaraan gender antara kaum pria dan wanita. Menurutnya, banyak sisi positif dari perjuangan RA. Kartini yang harus diteladani dalam kehidupan sekarang ini.

“Kebetulan tiap aprilan, kami rutin datang berziarah ke makam RA. Kartini mas. Tadi kita bareng – bareng berdo’a. Bagaimanapun beliau ini kan sudah berjasa untuk kaum wanita, sehingga ada kesetaraan gender antara pria wan wanita, “ terangnya.

Di kompleks makam ini, tidak hanya makam RA. Kartini, namun ada pula makam suami RA. Kartini, yakni Bupati Rembang Singgih Djojo Adhiningrat, kemudian putra satu – satunya, Soesalit Djojo Adhiningrat, serta makam keluarga besar Kartini.

Di dekat makam, berjajar rapi foto – foto RA. Kartini. Hal itu membuat peziarah tertarik mengabadikan momen tersebut, dengan kamera telefon selular.

Wartono, penjaga makam RA. Kartini menghitung lonjakan peziarah selama bulan April ini tergolong sangat tinggi. Sejak awal bulan sampai dengan tanggal 21 April, tercatat sudah lebih dari 20 ribu pengunjung. Padahal ketika bulan – bulan biasa, hanya kisaran 2 ribu peziarah per bulan.

“Kalau pas tanggal 21 April, 60 % peziarah merupakan warga lokal Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Namun ketika di luar bulan April, justru didominasi warga luar daerah. Data ini terpantau dari buku tamu, “ ungkap Wartono.

Keramaian peziarah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Bulu, untuk menjajakan berbagai macam dagangan. Sunardi, pengunjung dari Dusun Ngumpleng Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori mengatakan seusai ziarah, ia bersama rekan – rekannya membeli produk jajanan lokal buatan warga Desa Bulu.

“Kangen dengan jajanan jenang, kemudian rengginang gula. Wah ternyata ramai juga pedagangnya. Muda – mudahan nggak hanya pas bulan April, masyarakat tetap mau berkunjung ke sini . Yang penting fasilitasnya ditambah, biar lebih menjadi daya tarik, “ pungkasnya. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *