KPU Rembang Gelar Pentas Wayang Kulit, Terselip Pesan Penting Untuk Masyarakat
Pentas wayang kulit di depan kantor KPU Kabupaten Rembang, Sabtu malam, sebagai sarana sosialisasi Pilkada Jateng 2018 dan Pemilu 2019.
Pentas wayang kulit di depan kantor KPU Kabupaten Rembang, Sabtu malam, sebagai sarana sosialisasi Pilkada Jateng 2018 dan Pemilu 2019.

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mengingatkan kepada masyarakat pemilih segera mengurus KTP elektronik, untuk bisa menyalurkan hak suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah maupun Pemilu 2019.

Pasalnya, kalau pemilih tidak menunjukkan KTP, maka petugas di tempat pemungutan suara (TPS) akan menolak.

Ketua KPU Kabupaten Rembang, Minanus Su’ud menjelaskan hal itu, ketika pentas seni dan budaya di depan kantor KPU Jl. Pemuda Rembang, Sabtu malam (21 April 2018).

Menurutnya, syarat mengantongi KTP bagi pemilih yang akan mencoblos merupakan kewajiban dan tidak bisa ditawar. Kalau pemilih masih dalam proses perekaman data KTP elektronik, sehingga KTP belum jadi, maka boleh menyodorkan surat keterangan dari Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil. Saat ini daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jateng di Kabupaten Rembang sebanyak 475.730 pemilih. Sebelumnya, 4.101 nama pemilih dicoret KPU, karena belum melakukan perekaman KTP elektronik dan tidak terdaftar dalam data base kependudukan.

“Yang belum pegang KTP, tapi sudah merekam data, tetap boleh nyoblos. Asalkan menunjukkan surat keterangan. Jadi dengan syarat KTP ini, pemilih harus datang sendiri. Nggak bisa diwakilkan, tentunya akan mudah terpantau. Lha gimana kalau hanya bawa formulir C 6 tanpa KTP, ya nggak bisa nyoblos, “ kata Su’ud.

Minanus menambahkan pada tahun ini tepatnya hari Rabu tanggal 27 Juni, masyarakat Jawa Tengah menggelar pesta demokrasi, guna memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Setelah selesai, giliran menyongsong Pemilu 2019.

Khusus Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Kali ini berlangsung serentak pada tanggal 17 April 2019. Dimaksud serentak, karena Pemilu DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Pemilu Presiden berjalan bersamaan. Dulu Pemilu Legislatif diadakan lebih awal, kemudian baru disusul Pemilu Presiden.

Ia membeberkan pentas seni budaya sebagai ajang sosialisasi ini, juga dilaksanakan serentak se Indonesia, menjadi penanda setahun lagi akan digelar Pemilu 2019.

“Kami gelar pentas musik keroncong, stand up commedy dan wayang kulit. Di daerah lain mungkin berbeda, tapi acara sosialisasi seperti ini digelar serentak se Indonesia, menjadi momentum setahun lagi akan berlangsung Pemilu 2019. Meski Pemilunya kelak serentak, tapi kami optimis bisa berjalan lancar dan aman. Kuncinya penyelenggara harus independen dan profesional, “ imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto yang turut hadir berharap masyarakat Kabupaten Rembang tidak bersumbu pendek dan jangan mudah terpancing emosi. Ia mengingatkan sekarang rawan penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial, tentu harus diwaspadai.

“Kemarin saya dikasih tahu oleh pak Kapolres, berita hoax sangat mudah diedarkan lewat Medsos. Kita harus bisa menyaring, jangan mudah percaya, apalagi sampai terpecah belah. Nggak zamannya sikut – sikutan, gontok – gontokan, “ ujar Bayu.

Sebagai penutup, pentas seni dan budaya diramaikan pentas wayang kulit oleh dalang Ki Gondrong Alfrustasi dari Pancur, Kabupaten Rembang. Ki Gondrong mengambil lakon Pendowo Syukuran. Pagelaran wayang yang disiarkan langsung Radio R2B 98,4 FM itu, diselipkan pesan – pesan sosialisasi tentang Pilkada Jawa Tengah dan Pemilu 2019. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *