Sederet Peristiwa Aneh Yang Dialami Guide Wisata Museum Kartini
Nugraheni Saputri Nurhidayah, guide wisata Museum Kartini saat berada di dekat tempat tidur peninggalan RA. Kartini.
Nugraheni Saputri Nurhidayah, guide wisata Museum Kartini saat berada di dekat tempat tidur peninggalan RA. Kartini.

Rembang – Sejumlah pengalaman berbau mistis dialami Nugraheni Saputri Nurhidayah, guide wisata yang bertugas di Museum Kartini Rembang.

Wanita muda asal Desa Ngemplak Kecamatan Lasem ini mengaku sulit memastikan apakah kejadian itu, berkaitan dengan mistis atau tidak. Namun menurutnya sebagai peristiwa aneh.

Pernah suatu ketika, ada 4 orang pria mengaku dari Bandung, Jawa Barat datang ke Museum Kartini. Setelah menulis nama dan alamat di buku tamu, mereka masuk tanpa mau didampingi guide. Ditunggu di depan pintu utama sampai 2 jam, wisatawan tersebut tak kunjung keluar. Karena museum akan tutup, ia yang kebetulan bertugas sendirian memilih mengecek ke dalam museum. Cukup mengejutkan, ternyata di dalam museum tidak ada siapa – siapa.

Kisah lain, seorang ibu bersama anaknya datang ke museum. Setelah itu sang anak yang baru berumur 2 tahun, di rumah tiap malam bicara dan bermain sendiri. Saat diajak kembali lagi ke museum, anak tersebut terus – terusan menangis.

“Yang 4 pria masuk nggak keluar – keluar itu, ya aneh saja. Pintu masuk dan keluar kan jadi satu, nggak mungkin kalau keluar lewat jalur lain. Yang kisah ibu dan anak, anaknya kok jadi seperti itu, konon ada keterkaitan dengan “sesuatu” dari sini. Semua sulit dibuktikan dengan akal sehat, tapi kejadiannya memang demikian, “ tutur Nugraheni.

Nugraheni menambahkan terlepas dari pengalaman anehnya, ia menilai berkunjung ke Museum Kartini tetaplah mengasyikkan. Bahkan selama mendampingi tamu, dirinya mendapati pengunjung sampai menangis, karena larut mengingat sejarah RA. Kartini tempo dulu, dalam memperjuangkan emansipasi wanita. RA. Kartini harus menikah muda, setelah itu hampir setahun kemudian wafat, saat melahirkan anak pertama.

“Saya senang sekali ketika pengunjung masuk museum bisa membuat mereka merinding, karena terkenang dengan sejarah RA. Kartini. Utamanya wisatawan dari luar kota, beberapa kali saya ketahui sampai menangis. Nggak hanya sekedar melihat benda – benda peninggalan beliau. Datang setelah itu pulang, “ imbuhnya.

Nugraheni sendiri sangat menikmati profesinya sekarang. Mantan Mbak Maritim II dalam kontes pemilihan Mas – Mbak Rembang ini ingin semakin menyatu dengan Museum Kartini. Sampai hal – hal kecil dari sosok RA. Kartini harus diketahui detail, sehingga bisa disampaikan kepada masyarakat yang berkunjung ke museum. Tentu tujuannya untuk mendongkrak semangat menghargai pahlawan, sekaligus memantik rasa nasionalisme. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *