Demi Menyambung Hidup, Siapa Sosok Dibalik Badut Minnie Mouse Alun – Alun?
Karyono berhenti sejenak ketika Adzan Maghrib. (gambar atas) Karyono sudah “berubah” menjadi Minnie Mouse.
Karyono berhenti sejenak ketika Adzan Maghrib. (gambar atas) Karyono sudah “berubah” menjadi Minnie Mouse.

Rembang – Demi menopang ekonomi keluarganya, seorang pria rela menjadi badut Minnie Mouse dan berdiri berjam – jam di kawasan Alun – Alun Rembang.

Tak lupa ia memasang kardus untuk menaruh uang suka rela dari para pengunjung yang ingin foto bareng. Yah..rutinitas tersebut dijalani Karyono (44 tahun). Baru 3 hari terakhir Karyono singgah di Alun – Alun Rembang.

Pria asal Desa Loram, Kudus ini menceritakan semula dirinya menjajakan mainan di depan Mall Ramayana Kudus. Ia menyerahkan lapak dagangan tersebut kepada salah satu puteranya, agar sang anak bisa bekerja. Sedangkan dirinya mencoba usaha lain, dengan menjadi badut keliling, berkat saran dari seorang temannya di Jepara.

Berbekal pakaian badut Minnie Mouse seharga Rp 2,2 Juta, Karyono selama setengah tahun ini menjajal peruntungan sebagai badut. Kalau bersamaan ada kegiatan pameran, penghasilannya lumayan tinggi. Sehari mampu meraup Rp 500 Ribu. Tapi kalau hari biasa, rata – rata mengantongi Rp 100 Ribu. Ketika sepi, pendapatannya di bawah Rp 50 Ribu.

“Kerja kayak gini ya nggak tentu penghasilannya mas. Tapi sedikitpun tetap dapat. Ini kebetulan baru dapat Rp 24 Ribu. Dinikmati saja, lha memang sudah kerjaannya kok, “ kata Karyono saat berhenti istirahat.

Karyono menambahkan biasa berdiri di Alun – Alun Rembang sisi barat mulai pukul 16.30 sampai dengan 20.30 WIB. Sebelumnya sempat mangkal di Alun – Alun Pati. Selama di Rembang, bapak dua anak ini menumpang tidur di Masjid Agung Rembang. Karena di Rembang ternyata sepi, ia berencana pindah menuju Alun – Alun Tuban hingga ke Surabaya, Jawa Timur.

“Kemungkinan hari Minggu besok saya pindah lagi, sementara ini saya habis kerja tidur di Masjid Agung Rembang, izin sama pak Satpamnya. Alhamdulilah diperbolehkan. Saya lama meninggalkan rumah, karena isteri saya sudah meninggal dunia. Anak pertama sudah keluarga, yang anak kedua sudah besar, jadi bisa saya tinggal, “ imbuhnya.

Bagi Karyono, rasa malu dan gengsi sudah dikuburnya dalam – dalam. Yang penting ia bisa bekerja meraup penghasilan halal. Daripada mengemis atau bahkan mencuri, profesinya menjadi badut sekarang ini sangat diandalkan, untuk menyambung hidup di perantauan. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *