Pekerja Kantongi Ijazah Rendah, Berikut Angka – Angkanya
Siswa sebuah SD N di Kabupaten Rembang.
Siswa sebuah SD N di Kabupaten Rembang.

Rembang – Warga Kabupaten Rembang yang menjadi tenaga kerja, umumnya masih memiliki pendidikan rendah. Jika mengacu survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, penduduk yang bekerja mayoritas berpendidikan SD atau sederajat. Angkanya tidak tanggung – tanggung, yakni mencapai 53,87 %.

Untuk lulusan SMP sederajat 21,56 %, SMA sederajat 18,27 %, sedangkan penduduk bekerja yang mengantongi gelar sarjana, baru 6,30 %. Dampaknya, Kabupaten Rembang masih kerap “mengimpor” tenaga kerja dari luar daerah, guna memenuhi kebutuhan tenaga terampil. Pendidikan rendah tersebut juga berimbas pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang.

Saat talkshow “Halo Bupati” di Radio R2B, Jum’at malam (06/04), Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui angka IPM Kabupaten Rembang tahun 2016 masih rendah, pada angka 68.60. Jika dibandingkan dengan Kabupaten Pati, Jepara dan Kudus, Kabupaten Rembang masih tertinggal.

“Pati sudah 69.03, Jepara 70.25, sedangkan Kudus menembus angka 72.94, kita memang masih di bawahnya. Cuman kalau dibandingkan sama Kabupaten Blora dan Grobogan, IPM Rembang masih unggul, trendnya naik terus kok,“ jelasnya.

Abdul Hafidz menambahkan guna mengejar Indeks Pembangunan Manusia, Pemkab akan berupaya meningkatkan rata – rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah.

Di Kabupaten Rembang rata – rata lama sekolah tahun 2016 mencapai 6.93 tahun, artinya rata – rata penduduk Kabupaten Rembang pendidikannya sampai dengan kelas 7 SMP. Angka ini di bawah rata – rata tingkat provinsi maupun nasional.

“Sedangkan angka harapan lama sekolah 12.03 tahun. Artinya, anak pada usia 7 tahun mempunyai peluang menyelesaikan pendidikannya sampai tamat SMA sederajat, “ beber Hafidz.

Saat ini Pemerintah Kabupaten hanya berwenang mengelola pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini, serta jenjang pendidikan dasar, SD dan SMP. Hal itu menjadi kendala, sehingga intervensi program Pemkab Rembang untuk sekolah menengah dan pendidikan tinggi kurang maksimal. Salah satu strategi Pemkab, dengan menggelontorkan anggaran beasiswa bagi siswa berprestasi untuk semua jenjang, termasuk bagi siswa sekolah menengah hingga mahasiswa kuliah. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *