Terdengar Suara Benturan Keras, Korban Tewas
Motor korban rusak parah pada bagian depan. (gambar atas) Polisi menggelar olah TKP.
Motor korban rusak parah pada bagian depan. (gambar atas) Polisi menggelar olah TKP.

Sluke – Untuk kesekian kali, pengendara sepeda motor tewas, gara – gara menabrak truk yang berhenti di badan jalan, jalur Pantura Kabupaten Rembang.

Kali ini terjadi di jalur Pantura Desa Jatisari Kecamatan Sluke, Minggu (01/04) sekira pukul 23.30 WIB. Korban tewas adalah pengendara sepeda motor Honda Vario S 3732 EI, Muhammad Hadis Ridwan (33 tahun), warga Desa Mejobo Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.

Menurut hasil olah TKP anggota Satlantas Polres Rembang, korban melaju dari arah barat ke timur. Begitu tiba di jalur Pantura Jatisari, korban tidak menyadari ada truk tronton parkir memakan badan jalan sebelah utara. Kebetulan sopir truk, Asrul (27 tahun) warga Bandar Lampung berhenti, ingin mengganti ban. Motor yang diduga berjalan dengan kecepatan tinggi langsung menghantam bak belakang truk.

Kepala Desa Jatisari Kecamatan Sluke, Subaedi mengatakan saat kejadian terdengar suara benturan cukup keras. Warga yang sebagian besar terlelap tidur sampai terbangun, kemudian mengecek ke TKP. Korban diketahui langsung meninggal dunia, karena menderita luka parah pada bagian kepala. Ia membenarkan jalur Pantura Jatisari rawan kecelakaan lalu lintas.

“Sesuai informasi, disinyalir sopir truk belum menyalakan lampu tanda bahaya, jadi pengendara motor nggak tahu ada truk parkir. Di titik yang terjadi laka sampai ke timur hingga SPBU, memang rawan laka. Mohon hati – hati kalau lewat sini, “ terangnya.

Subaedi menambahkan situasi sekitar lokasi kejadian gelap pada malam hari. Penerangan mengandalkan lampu dari halaman rumah penduduk. Kalaupun ada lampu penerangan jalan umum (LPJU), sering mati. Ia menganggap jumlah LPJU terbatas. Kalau dinas terkait ada program pemasangan LPJU, pihaknya memohon jalur Pantura Jatisari dapat diprioritaskan.

“Kami sudah sering mengajukan ke pemerintah, untuk memasang lampu di pinggir jalan. Kalau hanya dari rumah warga ya nggak maksimal. Di TKP sendiri kan gelap sekali. Apalagi truk yang berhenti juga nggak ngasih rambu – rambu darurat yang memadai, “ imbuh Subaedi.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Ari Akta Gagah Nugraha menjelaskan anggotanya sudah menggelar olah TKP. Pengemudi truk telah diamankan, guna pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, truk tronton pada Senin pagi (02 April 2018) dievakuasi dari lokasi kejadian, kini kendaraan berada di Pos Lantas Lasem. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *