“Kami Mohon Maaf, Tapi Semua Demi Kebaikan Pelanggan…”
Petugas PLN Rayon Rembang memeriksa jalur ketika listrik padam di Jl. Kartini Rembang, belum lama ini.
Petugas PLN Rayon Rembang memeriksa jalur ketika listrik padam di Jl. Kartini Rembang, belum lama ini.

Rembang – PLN Rayon Rembang memastikan aktivitas rabas – rabas pohon, yang berimbas listrik harus dipadamkan, manfaatnya akan kembali lagi kepada pelanggan.

Hidayat, petugas Bagian Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Rembang mengatakan pemadaman secara terjadwal terjadi, karena ada pembenahan di gardu induk atau pemeliharaan jaringan. Khusus pemeliharaan jaringan, salah satunya berupa rabas – rabas pohon yang sudah mendekati kabel listrik. Memang terkadang pemadaman berlangsung dari pagi sampai sore hari. Tapi efeknya demi kelancaran pasokan listrik, terutama ketika cuaca buruk.

“Mungkin warga bertanya – tanya pemadaman kok lama sekali. Kalau penyebabnya rabas – rabas pohon, kami tegaskan manfaatnya untuk pelanggan. Sering kan ketika hujan deras disertai angin, listrik langsung padam. Nah dengan pemeliharaan jalur, kita harapkan listrik padam dapat ditekan, “ ungkapnya.

Hidayat menambahkan PLN mempunyai tim untuk melakukan penyisiran, lokasi mana saja yang perlu dirabas pohonnya. Ada pula warga yang menyampaikan laporan, kemudian tim baru datang. Menurutnya, jumlah petugas PLN terbatas, sehingga dengan luas wilayah Kabupaten Rembang, perlu bantuan informasi dari masyarakat. Tapi kecenderungan rabas – rabas pohon mengambil waktu pada jam warga umumnya beraktivitas di luar rumah.

“Gak enak juga kan, malam – malam hujan, listrik malah mati. Kalau banyak pohon deket jaringan, bahaya soalnya. Kami mohon maaf kalau menimbulkan ketidaknyamanan. Tapi dengan cara ini, insyaallah demi kebaikan bersama. Jadi mohon infonya kalau mengetahui ada jalur listrik yang rawan, “ tandas Hidayat.

Sebelumnya, beberapa kasus warga tewas tersengat arus listrik, saat mengambil pakan ternak, gara – gara ranting pohon mengenai kabel listrik tegangan tinggi. Kebanyakan peristiwa semacam ini terjadi di pelosok pedesaan. Kurangnya kepedulian warga melapor ke PLN, membuat kabel tertutup oleh rerimbunan pohon. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *