Sindiran Telak Kiai Anwar Zahid, Justru Memicu Tawa
Ribuan warga memadati pengajian Kiai Anwar Zahid di halaman Kantor Bupati Rembang, Selasa sore (27/03).
Ribuan warga memadati pengajian Kiai Anwar Zahid di halaman Kantor Bupati Rembang, Selasa sore (27/03).

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengisahkan ketika Nabi Muhammad SAW merasakan hidup miskin maupun hidup kaya dan serba berkecukupan. Dua kondisi yang bertolak belakang tersebut, sama – sama layak menjadi suri tauladan.

Saat memberikan sambutan dalam pengajian memperingati Isra’ Mi’raj di halaman Kantor Bupati Rembang, Selasa sore (27 Maret 2018), Hafidz mengutip riwayat Nabi Muhammad pernah merasakan hidup miskin. Meski demikian tidak pernah mengeluh dan iri terhadap orang lain. Bahkan Nabi Muhammad SAW berdo’a supaya hidup sampai meninggalnya dalam keadaan miskin. Ia kemudian menantang warga yang hadir, apakah sanggup meniru perilaku Nabi Muhammad. Ternyata banyak yang enggan menjawab.

Hafidz merasa prihatin manakala sering mendengar keluarga mampu tetap mengharapkan jatah beras Raskin atau sekarang disebut Rastra. Rasa iri pula yang membuat mereka nekat memprotes perangkat desa setempat.

“Ayo sopo sing wani koyo ndongane kanjeng nabi, tak hadiahi mengko. Miskine kanjeng nabi, gak pernah iri. Lha sekarang masyarakat Rembang yang merasa cukup, yo ojo meri dengan warga lain yang dapat Raskin. Jangan ngamuk sama petinggine. Contoh wae miskine kanjeng nabi, “ ujarnya.

Abdul Hafidz juga menceritakan dikala Nabi Muhammad SAW mendapatkan nikmat kekayaan berlimpah. Jiwa kedermawanannya luar biasa. Ketika berstatus perjaka menikah dengan Siti Khadijah yang merupakan janda, Nabi Muhammad memberikan emas kawin 40 ekor unta.

“Kanjeng nabi sugeh, lomane ra karuan. Joko entuk rondo, menehi emas kawin 40 unta pilihan. Anggap saja per ekor Rp 40 Juta, dikalikan totalnya Rp 1,6 Miliar. Wis sah pak Wakil Bupati lah sing duwite akih, ora ngarah emas kawine sak Miliar, wani taruhan aku, “ ucap Hafidz dengan nada bercanda.

Kegiatan pengajian yang diadakan Pemkab Rembang tersebut, menghadirkan Kiai Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur. Anwar juga sempat menyindir warga Kabupaten Rembang tidak butuh Raskin, karena setelah menerima, langsung dijual lagi.

Menurutnya, kondisi dulu dengan sekarang jauh berbeda. Dulu orang sakit karena kurang makan. Tapi saat ini orang sakit, justru lantaran kebanyakan makan.

“Rembang boten wonten wong kaliren, nopo malih kurang pangan. Sakiki bantuan Raskin ning desa – deso Rembang ora payu. Yo diterimo, tapi didol meneh. Aku yo wis tau kelakuanmu kok. Sekarang iki nganti gurukan panganan. Mbiyen arep budhal sekolah, sering boten nemu sarapan. Pulang sekolah, gak yakin masakan ibu sudah matang. Akhire menek wit asem, kecut – kecut dikremusi, “ tuturnya disambut tawa warga.

Kiai Anwar Zahid menekankan agar umat senantiasa bersyukur dengan nikmat yang diperoleh, berupa pangan, sandang dan papan. Jangan terus – terusan bekerja, bahkan sampai tidak sempat menikmati hasil jerih payahnya sendiri. Pengajian yang dipenuhi ribuan warga ini berakhir sekira pukul 16.30 WIB. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *